Penulismelakukan kajian berdasarkan teori-teori tersebut. 5. Tulisan harus relevan dengan disiplin ilmu tertentu, artinya tulisan ilmiah itu ditlis oleh seseorang yang menguasai suatu bidang ilmu tertentu. 6. Memiliki sumber penopang yang mutakhir, artinya tulisan ilmiah harus mempergunakan landasan teori berupa teori mutakhir (baru). 7. yakni (1) prinsip dasar penulisan karya ilmiah, dan (2) struktur penulisan karya ilmiah. Modul 1 ini disajikan dalam dua kegiatan belajar. Pada Kegiatan Belajar 1 diuraikan apa yang dimaksud dengan pengertian karya ilmiah, fungsi karya ilmiah, dan karakteristik karya ilmiah. Kegiatan Belajar 2 akan membahas struktur penulisan, manfaat struktur Kerangkateoritis suatu penelitian dimulai dengan mengidentifikasi dan nengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipotesis. Bahwa produk akhir dari proses pengkajian kerangka teoritis ini adalah perumusan hipotesis harus merupakan pangkal dan tujuan dari seluruh analisis. Metodologi Penelitian Fast Money. Karya ilmiah dihasilkan dengan pemikiran sistematis, disusun dalam satu urutan yang teratur, logis dan benar. Oleh karena itu, seseorang penulis karya ilmiah harus memiliki landasan teori yang kuat. Landasan teori yang kuat akan dapat memberikan tampilan karya ilmiah yang tidak menyimpang dari suatu disiplin tertentu sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian, penulisan karya ilmiah harus relevan dengan disiplin ilmu peneliti karena landasarn teori yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pengertian karya Ilmiah Menurut Para AhliMacam-macam karya Ilmiah 1. Makalah 2. Skripsi 3. Kertas kerja4. Tesis Manfaat Karya Ilmiah Fungsi karya Ilmiah Struktur Karya Ilmiah1. Bentuk Populer2. Bentuk Semiformal3. Bentuk Formal Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah1. Menentukan Tema atau Topik Penelitian2. Membuat Outline/Kerangka Penelitian3. Mengumpulkan Bahan4. Survei Lapangan5. Membangun Bibliografi6. Menyusun Hipotesis7. Menyusun Rancangan Penelitian8. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan9. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data10. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data11. Merumuskan Kesimpulan dan Teori Langkah-langkah menulis karya ilmiah – Menulis karya ilmiah sudah menjadi salah satu kewajiban seorang pengajar. Selain sebagai salah satu syarat untuk naik jabatan, menulis karya ilmiah juga menjadi tanggung jawab para akademisi untuk perkembangan pengetahuan. Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis artikel non ilmiah pada umumnya. Menulis karya ilmiah berarti kita membuat suatu penelitian yang ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu tidak bisa sembarangan dalam menulis karya ilmiah ini. Tapi yang harus ditekankan, bukan berarti sebuah karya tulis ilmiah non penelitian itu kualitas keilmuannya diragukan, lho. Perlu diketahui bahwa suatu karya ilmiah berkualitas atau tidak bukan berdasarkan penelitian atau non penelitian. Namun dari seberapa tajam analisisnya dan seberapa kuat justifikasi kesimpulannya klaim keilmuannya berdasarkan dari data teoritis maupun empiris terpercaya yang dipaparkan oleh penulis. Pengertian karya Ilmiah Menurut Para Ahli Menurut Eko Susilo, karya ilmiah atau karya ilmiah adalah karya tulis yang dari penyusunannya didasarkan pada penelitian, pengamatan, dan pemantauan terhadap cabang ilmu atau bidang tertentu. Dari segi penyusunan, karya ilmiah disusun berdasarkan metode yang tersistematis, dari segi penggunaan bahasa pun menggunakan bahasa yang sopan dan baku. Dari segi isi, juga bisa dipertanggungjawabkan kebenaran dan keilmiahannya. Menurut Dwiloka dan Riana, karya ilmiah adalah karya tulis yang ditulis oleh seorang ilmuwan yang didasarkan pada latar belakang penguasaan ilmunya. Dimana karya ilmiah yang ditulis untuk membangun ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan penelitian ataupun kajian literatur, termasuk juga pengalaman yang sudah pernah dirasakan oleh peneliti. Sedikit berbeda dengan pendapat Brotowidjoyo, yang mengartikan bahwa karya ilmiah adalah monografi yang ditulis dengan cara menyajikan fakta. Dari segi penulisan juga disusun berdasarkan metodologi. Macam-macam karya Ilmiah Jika sudah memahami sekilas tentang pengertian karya ilmiah dari para tokoh, ternyata karya ilmiah memiliki beberapa macam. Barangkali ada yang masih bingung, sebenarnya bentuk dari karya ilmiah itu apa saja sih? Berikut ada tiga macam karya ilmiah. 1. Makalah Saat menyebutkan makalah, pastinya Anda sudah tidak asing lagi bukan? Jadi makalah salah satu karya ilmiah. Secara isi, mengulas topic atau permasalahan yang disertai dengan pembahasan lengkapnya. Proses pembuatan makalah pun dibuat berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan yang sifatnya empiris-objektif. Dengan kata lain, makalah bentuk dari karya tulis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Skripsi Macam karya ilmiah yang kedua adalah skripsi. Pastinya Anda sudah tahu jenis ini. dari segi pengambilan data dan penulisan pun juga berdasarkan pada hasil penelitian ataupun kajian yang dilakukan penulis. seperti yang Anda tahu, penulisan skripsi dibuat oleh mahasiswa Strata 1, dimana penulisan skripsi bentuk dari syarat kelulusan. 3. Kertas kerja Kertas kerja juga termasuk karya ilmiah, karena dari segi penyajian isi berisi data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. Bedanya, kertas kerja ditulis lebih mendetail dan lebih tuntas dibandingkan penulisan makalah. Jadi sumber referensi kertas kerja ini berisi topic tertentu, misalnya mengambil dari materi seminar dan semacamnya. 4. Tesis Sebenarnya hampir mirip dengan penulisan skripsi, tesis juga termasuk karya ilmiah yang diperuntukan untuk mahasiswa yang mengambil pascasarjana S2. Dari segi isi, tentu saja tesis ditulis berdasarkan kajian, penelitian dan hipotesis yang diangkat oleh penulis. tesis ini hanya ditulis oleh mahasiswa pasca sarjana sebagai syarat untuk kelulusan gelar magister. Manfaat Karya Ilmiah Melihat manfaat karya ilmiah, sebenarnya memiliki peranan yang cukup besar. Jadi karya ilmiah tidak sekedar sebagai tugas dari pihak kampus atau instansi saja. tetapi memiliki fungsi untuk pendidikan juga. Setidaknya ada tiga manfaat diantaranya berperan untuk penelitian, kedua berperan untuk pendidikan dan memiliki fungsi fungsional. Manfaat karya ilmiah di dunia pendidikan berperan untuk memberikan pengalaman bagi penulisnya. Dimana dari penulisan karya ilmiah, penulis saat membaca sumber referensi untuk mendukung karya ilmiah, mereka mendapatkan banyak perspektif dan banyak ilmu yang akan mendukung secara akademik penulis. Sedangkan dari segi fungsi penelitian, tentu saja akan menawarkan variasi dan ragam model hasil penelitian. Semakin banyak koleksi penelitian, menunjukan bahwa Negara tersebut semakin baik masyarakatnya. Karena dari hasil penelitian akan memperkaya ilmu pengatahuan sekaligus sebagai media transformasi kepada regenerasi kita. Sedangkan dari segi manfaat fungsional, karya ilmiah sebagai media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai perspektif. Sekaligus sebagai pendukung bahan pustaka dan sangat berperan untuk kepentingan disiplin ilmu, tentunya banyak cabang ilmu. Baca juga 9 Situs Jurnal Internasional Untuk Referensi Karya Ilmiah Cara Menulis Abstrak Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, dan Paper Pengertian Essay Tujuan, Struktur, Cara Membuat dan Contoh Lengkapnya Fungsi karya Ilmiah Buat Anda yang bertanya-tanya, sebenarnya fungsi karya ilmiah memiliki fungsi seberapa besar sih? Tentu saja ada banyak sekali fungsi yang bisa dirasakan. Diantaranya untuk penyelesaian atau solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Misalnya di ranah pertanian, banyak yang kesulitan dan tidak bisa gimana caranya budidaya sukulen. Nah, kemudian dilakukan penelitian di bidang tersebut, dan ditemukan solusi atau formula mudah membudidaya sukulen. Sehingga banyak penghobi sukulen bisa merawat tanaman jenis sukulen lewat penelitian yang dikemas dalam penelitian. Adapun fungsi lain, yaitu berfungsi untuk prediksi. Seperti yang Anda tahu, sebuah penelitian selain menjadi solusi, juga sebenarnya melakukan prediksi terhadap sesuatu hal yang belum diketahui jawabannya. Sehingga ada tindakan preventif atau antisipasi untuk melakukan pencegahan. karya ilmiah ternyata juga dapat dijadikan sebagai kontrol terhadap pernyataan atau masalah yang belum diketahui kebenarannya. Dengan kata lain, karya ilmiah sebagai upaya untuk mendapatkan kepastian jawaban terkait dengan pertanyaan dan permasalahan yang sedang dihadapi. Secara singkat, karya ilmiah dapat disimpulkan bahwa memiliki beberapa peranan, yaitu sebagai kontrol, sebagai solusi, dan sebagai ramalan. Baca juga Cara Mengubah Karya Ilmiah Dalam Bentuk Buku Ajar Pengertian Tinjauan Pustaka, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh Lengkap Hipotesis Penelitian Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap Struktur Karya Ilmiah Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang baik, beberapa struktur ini harus Anda perhatikan terlebih dahulu. 1. Bentuk Populer Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya adalah pilihan. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai populer. Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus rakyat atau disukai oleh orang kebanyakan karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi rekaan. 2. Bentuk Semiformal Karya ilmiah bentuk ini biasanya sudah tersusun dari beberapa bab, diantaranya adalah halaman judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Bentuk karya ilmiah sejenis ini umumnya digunakan di berbagai laporan biasa dan makalah. 3. Bentuk Formal Lain halnya dengan karya ilmiah berbentuk formal. Tulisan ini tentu lebih lengkap dan terstruktur. Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut. Judul Tim pembimbing Kata pengantar Abstrak Daftar isi Bab pendahuluan Bab telaah kepustakaan/kerangka teoritis Bab Metode penelitian Bab Pembahasan hasil penelitian Bab Kesimpulan dan rekomendasi Daftar pustaka Lampiran-lampiran Riwayat hidup Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah Meskipun terdiri dari tiga bentuk yang berbeda, secara garis besar dalam menyusun karya ilmiah langkah-langkahnya tetap sama. Yang membedakan hanyalah struktur susunan tulisannya. Maka untuk menulis karya ilmiah yang baik, langkah-langkah yang harus kita tempuh adalah sebagai berikut. Mau menulis buku? Anda wajib punya panduan iniGRATIS! Ebook Panduan Menulis Buku [PREMIUM] 1. Menentukan Tema atau Topik Penelitian Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang pertama adalah Anda harus menentukan tema penelitian. Penentuan topik ini sangat penting dalam penulisan karya ilmiah. Sebab topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan kepada pembaca. Wahab 19944 menyebutkan bahwa yang dimaksud topik adalah bidang medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Sementara itu, tema diartikan sebagai pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Topik yang memang masih terlalu luas harus dibatasi menjadi sebuah tema. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik karya ilmiah adalah Isu-isu yang masih hangat Peristiwa-peristiwa nasional atau internasional Sesuatu benda, karya, orang, dan lain-lain yang dikaitkan dengan permasalahan politik, pendidikan, agama, dan lain-lain Pengalaman-pengalaman pribadi yang berbobot 2. Membuat Outline/Kerangka Penelitian Langkah-langkah menulis karya ilmiah sebaiknya menggunakan outline atau kerangka penelitian. Outline karya tulis ini berperan sebagai pemandu saat Anda melakukan proses penulisan karya ilmiah supaya tulisan tidak melebar jauh dari topik yang sudah ditentukan. Outline tulisan ilmiah disusun secara hierarki untuk menunjukkan garis besar cakupan dan haluan tulisan yang berupa topik utama judul dan bab serta poin-poin pentingnya yang disusun dalam Sub BAB hingga anak Sub BAB. Langkah ini penting dilakukan supaya karya tulis ilmiah Anda memiliki haluan/pedoman yang jelas. Lalu bagaimana jika kita sudah menulis outline terus tiba-tiba ada ide baru penunjang topik tulisan? Jika hal tersebut terjadi, Anda tidak dilarang untuk menambahkan pada poin-poin outline yang sudah disusun. Pada dasarnya tujuan outline ini kan mempermudah proses penulisan alur dan mengembangkan tulisan hingga terperinci, maka jika ada ide yang muncul, Anda bisa langsung tahu dimana letak penambahan maupun pengurangan muatan isi tulisan Anda. Dengan adanya outline ini tandanya tulisan ilmiah yang sedang Anda buat ini ditulis dengan perencanaan yang matang. Baca juga Aturan Penulisan Karya Ilmiah Penelitian Kuantitatif Pengertian, Tujuan, Jenis-Jenis, dan Langkah Melakukannya Instrumen Penelitian Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap 3. Mengumpulkan Bahan Setelah poin-poin outline tersusun dengan rapi, penulis dapat mulai mengumpulkan bahan. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak maupun elektronika. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan terutama yang relevan dengan topik dan tema yang akan ditulis. Pemilihan bahan yang relevan ini bisa dengan cara membaca atau mempelajari bahan secara sepintas serta menilai kualitas isi bahan. Anda dapat mencari bahan referensi bahan dari jurnal, disertasi, manuskrip, atau karya terpercaya dan berkualitas lainnya. Pada prinsipnya mencari bahan literatur Anda jangan hanya terpaku pada satu sumber rujukan saja. Anda harus membuka diri untuk mencari referensi di tempat lain dengan metode berbeda agar sumber rujukan tulisan Anda semakin beragam. 4. Survei Lapangan Langkah ini adalah melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian. 5. Membangun Bibliografi Bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliografi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan. 6. Menyusun Hipotesis Langkah ini adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari objek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian. 7. Menyusun Rancangan Penelitian Merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan. Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan. 8. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan Langkah ini merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan objek penelitian Baca juga Cara Mengubah Karya Ilmiah Dalam Bentuk Buku Ajar 90+ Contoh Rumusan Masalah untuk Penelitian, Skripsi, dan Karya Ilmiah Metode Penelitian Kualitatif Pengertian Menurut Ahli, Jenis-Jenis, dan Karakteristiknya 9. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan tersebut. 10. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data Langkah ini menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data. 11. Merumuskan Kesimpulan dan Teori Langkah ini merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap objek penelitian. Baca juga 4 Tips Menulis Abstrak Pada Karya Ilmiah Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan daftar menjadi penulis atau Anda bisa langsung kirim naskah dengan mengikuti prosedur berikut pada situs kami. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang buku karya ilmiah, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut Tanpa Disadari, Inilah 5 Manfaat Membuat Buku Karya Ilmiah Cara Membuat Jurnal Agar Layak Menjadi Referensi Karya Tulis Teknik Menulis Plagiarisme Itu Tabu dalam Karya Ilmiah Dosen 2 Tips Teknik Menulis Menghindari Plagiarisme dalam Karya Ilmiah Buku Karya Ilmiah yang Baik – 8 Asas Penulisan Wajib Dikuasai Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS! Pengertian Manfaat Penelitian1. Nazir2. Sugiyono 2011Tujuan Manfaat Penelitian1. Menginspirasi Penelitian Lebih Lanjut2. Dijadikan Komponen untuk Penelitian Selanjutnya3. Menjadi PertimbanganFungsi Manfaat Penelitian1. Memfasilitasi Pembelajaran2. Memahami Masalah3. Alat Pembukti Kebohongan atau Mendukung Kebenaran4. Menemukan, Mengukur, dan Merebut Peluang5. Benih Informasi Berharga6. Latihan BerpikirKarakteristik Manfaat Penelitian1. Analitis2. Bersifat Sistematis dan Logis3. Bersifat Ilmiah4. Efisien dan BermanfaatJenis Manfaat Penelitian1. Manfaat Teoretis2. Manfaat PraktisContoh-contoh Manfaat Penelitian1. Contoh 12. Contoh 23. Contoh 3 Manfaat Penelitian. Dalam membuat atau menciptakan sebuah karya tulis ilmiah, tentu harus penulisannya harus memuat berbagai unsur pada karya tulis ilmiah secara lengkap. Mulai dari judul, pendahuluan, pembahasan, hingga penutup. Di dalam unsur tersebut kembali dirinci berbagai unsur atau sub-bab lainnya yang juga wajib ada dan tercantum di dalam karya tulis ilmiah. Di dalam pendahuluan, memuat unsur latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, dan juga manfaat penelitian. Artikel kali ini Anda akan mempelajari mengenai manfaat penelitian yang wajib dimuat di bagian pendahuluan. Manfaat penelitian ini biasanya memberi jawaban atau memecahkan masalah yang terjadi selama penelitian. Lalu apa pengertian manfaat penelitian, bagaimana fungsi dari manfaat penelitian, bagaimana karakteristik manfaat penelitian, apa saja jenis manfaat penelitian, dan bagaimana contoh manfaat penelitian dari berbagai karya tulis ilmiah yang pernah ada. Di bawah ini akan dijelaskan secara mendetail mengenai manfaat penelitian. Pengertian Manfaat Penelitian Banyak yang memahami bahwa manfaat penelitian biasanya disusun dengan panjang lebar, sama halnya seperti menyusun latar belakang masalah. Akan tetapi ternyata manfaat penelitian tidak sepanjang latar belakang masalah, akan tetapi juga tidak lebih pendek dari rumusan masalah. Biasanya, manfaat penelitian ini diisi dengan teliti oleh peneliti karena berhubungan dengan keluaran penelitian di dalam karya tulis ilmiah yang dikerjakan tersebut. Di dalam sebuah karya tulis ilmiah, wajib menuliskan manfaat penelitian karena merupakan salah satu ketentuan struktur penulisan karya tulis ilmiah. Pengertian manfaat penelitian secara umum merupakan serangkaian atau kumpulan kegunaan hasil penelitian, baik bagi kepentingan untuk pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan yang dianggap penting untuk dilakukan. Tujuan utama dari dibuatnya manfaat penelitian ini adalah untuk menginformasikan tindakan. Selain itu, manfaat penelitian juga dibuat untuk membuktikan landasan teori yang sudah disusun di dalam karya tulis ilmiah sehingga manfaat penelitian tersebut dapat berkontribusi dalam mengembangkan pengetahuan di suatu bidang atau studi tertentu. Setelah mengetahui manfaat penelitian secara umum, Anda juga harus mengetahui bahwa para ahli memiliki pandangan masing-masing mengenai pengertian dari manfaat penelitian. Berikut adalah pengertian manfaat penelitian menurut para ahli. 1. Nazir Menurut Nazir, manfaat penelitian adalah untuk menyelidiki keadaan, alasan, dan konsekuensi terhadap suatu keadaan khusus. Manfaat penelitian juga diberikan untuk meningkatkan pemahaman pembaca. 2. Sugiyono 2011 Sugiyono mengungkapkan pendapatnya bahwa manfaat penelitian adalah jawaban atas tujuan penelitian yang dibahas dalam hasil penelitian, guna mendapatkan sistem pengetahuan dalam memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah yang sudah dirumuskan di dalam topik penelitian. Dari pengertian yang dijelaskan di atas, maka perlu diketahui bahwa penulisan atau pembuatan manfaat penelitian ini adalah penting dan harus ditulis dengan sebaik-baiknya, dan diuraikan secara terperinci mengenai manfaat dan juga gunanya penelitian tersebut dilakukan dan juga hasil penelitiannya didapatkan. Artinya, informasi yang terdapat di dalam karya tulis ilmiah tersebut harus benar-benar ditulis dan bisa didapatkan oleh pembaca dan manfaat penelitian tersebut benar-benar memiliki kontribusi, baik untuk pribadi maupun di bidang atau studi tertentu. Tujuan Manfaat Penelitian Mengingat manfaat penelitian ini adalah unsur penting yang harus ada di dalam bagian pendahuluan di dalam karya tulis ilmiah, maka manfaat penelitian ini pasti memiliki tujuan tersendiri. Pada dasarnya, manfaat penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan dan menekankan secara jelas mengenai adanya potensi dari hasil penelitian. Akan tetapi, ada beberapa tujuan dari manfaat penelitian secara lebih spesifik lagi yaitu sebagai berikut. 1. Menginspirasi Penelitian Lebih Lanjut Tujuan manfaat penelitian yang pertama yaitu manfaat penelitian tersebut mampu menginspirasi penelitian lebih lanjut. Artinya, penelitian selanjutnya yang akan dilakukan nanti bisa menggunakan topik serupa dengan mencari topik pengembangan baru atau bahkan mencari celah dari penelitian sebelumnya. Dari situlah, penelitian lanjutan nanti dapat dikembnagkan ke penelitian yang lebih baik dan lebih sempurna dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. 2. Dijadikan Komponen untuk Penelitian Selanjutnya Selain dapat menginspirasi untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut, adanya manfaat penelitian ini bisa digunakan sebagai komponen untuk penelitian selanjutnya. Komponen tersebut dapat diambil dari penelitian sebelumnya, misalnya mulai dari kasus, metode penelitian, variabel penelitian, dan lain sebagainya 3. Menjadi Pertimbangan Manfaat penelitian biasanya berisi mengenai kegunaan atau fungsi dari karya tulis ilmiah yang ditulis. Sehingga data atau informasi di dalam manfaat penelitian tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk berbagai hal. Misalnya untuk membuat kebijakan pemerintah, membuat aturan, melakukan studi, dan lain sebagainya. Fungsi Manfaat Penelitian Selain memiliki tujuan, manfaat penelitian juga memiliki fungsi sebagai berikut. 1. Memfasilitasi Pembelajaran Manfaat penelitian ini dapat digunakan sebagai alat untuk membangun suatu ilmu atau pengetahuan. Artinya, penulis karya tulis ilmiah dapat berperan menyediakan fasilitas pembelajaran atau memberi fasilitas pembelajaran ketika menulis manfaat penelitian yang valid dan juga sesuai dengan informasi yang ada di dalam karya tulis ilmiah tersebut. 2. Memahami Masalah Adanya manfaat penelitian ini juga dapat membantu masyarakat atau responden untuk menyelesaikan dan bahkan memahami berbagai masalah yang ada di dalam penelitian yang terdapat di dalam karya ilmiah. Lebih lanjut, dengan situasi bahwa masyarakat memahami masalah, maka masyarakat juga mampu meningkatkan kesadarannya terhadap suatu masalah dan pemecahan masalah. 3. Alat Pembukti Kebohongan atau Mendukung Kebenaran Pastinya penelitian dibuat untuk menyelesaikan sebuah masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu, dengan adanya manfaat masalah, maka penulis dapat membuat manfaat penelitian tersebut berfungsi untuk membuktikan adanya kebohongan atau kesalahan di dalam masalah tersebut jika memang masalah yang terjadi salah. Atau sebaliknya, manfaat penelitian ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung dan membuktikan adanya kebenaran dalam penyelesaian masalah. 4. Menemukan, Mengukur, dan Merebut Peluang Manfaat penelitian juga memiliki fungsi untuk menemukan masalah atau data, mengukur sejauh mana dan sebesar mana masalah tersebut, dan bahkan mampu merebut peluang yang ada di dalam suatu masalah. Sehingga akan didapatkan data yang valid dan informasi yang sebenar-benarnya sehingga mampu disampaikan ke masyarakat atau pembaca. 5. Benih Informasi Berharga Fungsi dari manfaat penelitian adalah juga dapat digunakan sebagai benih informasi yang berharga dalam masyarakat. Artinya, manfaat penelitian ini mampu menjadi benih atau modal untuk masyarakat lebih suka membaca, lebih suka menulis, dan bahkan lebih suka menganalisis suatu masalah ke arah yang positif. 6. Latihan Berpikir Karena manfaat penelitian ini harus disusun sesuai dengan bagaimana hasil atau temuan yang dilakukan di dalam penelitian, maka manfaat penelitian ini bisa dijadikan sebagai alat atau wadah untuk masyarakat latihan berpikir menemukan masalah hingga memecahkan masalah. Baca Juga Penelitian Empiris Pengertian, Jenis, dan Contoh Penelitian Kuantitatif Pengertian, Jenis, dan Contoh Penelitian Eksperimen Pengertian, Jenis, dan Contoh Penelitian Pengembangan Tujuan, Ciri-Ciri, Alasan, dan Caranya Karakteristik Manfaat Penelitian Dalam menulis atau membuat manfaat penelitian di dalam karya tulis ilmiah, Anda harus memenuhi beberapa karakteristik manfaat penelitian. Berikut merupakan karakteristik umum dari penelitian. 1. Analitis Tak hanya di dalam penelitian, dalam hal penulisan manfaat penelitian saja Anda sebagai peneliti harus membuat atau menulis dengan analitis, berdasarkan dengan data atau informasi yang terdapat di dalam penelitian atau karya tulis ilmiah tersebut. 2. Bersifat Sistematis dan Logis Selain analitis, manfaat penelitian juga harus disusun secara sistematis dan logis, sehingga mudah dipahami dan benar-benar mampu didapatkan dan bermanfaat bagi pembaca atau target di dalam penelitian tersebut. Anda harus memenuhi struktur melalui prosedur atau langkah yang berurutan. Selain itu, tata bahasanya juga harus ditulis secara logis atau masuk akal dan tidak memanipulasi data dan lain sebagainya di dalam penulisan manfaat penelitian. 3. Bersifat Ilmiah Manfaat penelitian juga harus disusun dengan penuh pertanggungjawabkan. Artinya, peneliti harus mampu mempertanggungjawabkan validitas atau kebenaran yang tercantum di dalam manfaat penelitian tersebut. Sehingga peneliti harus menyajikan berbagai data atau informasi secara fakta atau sesuai dengan fakta pada datanya. 4. Efisien dan Bermanfaat Jangan hanya menulis untuk melengkapi unsur di dalam pendahuluan saja, manfaat penelitian harus benar-benar disusun seefisien mungkin sehingga dapat dipahami banyak orang dan juga benar-benar bermanfaat serta memiliki kontribusi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan juga secara praktis. Dengan demikian, penulisan manfaat penelitian tidak akan sia-sia dan sesuai dengan fungsi dari manfaat penelitian itu sendiri. Jenis Manfaat Penelitian Dalam penulisan manfaat penelitian di dalam karya tulis ilmiah, biasanya ada 2 jenis manfaat penelitian yang akan ditulis berdasarkan bagaimana penggunaannya. Menurut Soekidjo 2010, berikut ini adalah dua jenis manfaat penelitian yang harus dicantumkan di dalam penelitian atau di dalam karya tulis ilmiah. 1. Manfaat Teoretis Manfaat penelitian secara teoretis artinya manfaat penelitian yang memiliki tujuan dalam hal akademis atau untuk pengembangan ilmu. Artinya, manfaat penelitian secara teoretis ini berguna untuk dapat mengembangkan berbagai ilmu yang telah diteliti dari segi teoretis. Di dalam manfaat penelitian teoretis ini juga biasanya menggunakan teori yang diolah berdasarkan penelitian atau penulis sebelumnya yang sudah pernah menulis penelitian yang serupa atau relevan. Manfaat penelitian secara teoretis ini memiliki fungsi yaitu menjelaskan apabila ada teori yang digunakan masih relevan untuk penelitian penulis dan relevan secara umum, atau bahkan tidak relevan sama sekali. Sehingga manfaat teoretis ini menjadi data penting untuk memperkuat atau justru menggugurkan teori yang didapatkan atau digunakan di dalam penyelesaian masalah pada penulisan karya tulis ilmiah dan untuk mengetahui hasil penelitian tersebut. 2. Manfaat Praktis Jenis manfaat penelitian yang harus ada juga di dalam manfaat penelitian adalah manfaat praktis. Manfaat praktis ini ditulis berdasarkan bagaimana masalah yang ada di dalam sebuah penelitian tersebut ingin diselesaikan atau dipecahkan. Artinya, manfaat praktis ini berisi mengenai penjelasan manfaat yang berguna untuk memecahkan masalah yang ada di dalam penelitian tersebut secara praktis. Tentu saja manfaat penelitian secara praktis ini dapat diarahkan kepada lebih dari satu subjek di dalam sebuah penelitian. Misalnya manfaat praktis untuk mahasiswa yang mengerjakan skripsi atau tesis serupa, civitas akademia yang sedang melakukan penelitian yang sama, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan atau berpedoman terhadap manfaat penelitian secara praktis ini, maka subjeknya dapat disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti.. Baca Juga Distribusi Probabilitas Pengertian, Karakteristik, Macam, dan Contohnya Pengertian Tabel, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya Reduksi Data Pengertian, Tujuan, Langkah-Langkah, dan Contohnya Tinjauan Pustaka Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contoh Lengkap Contoh-contoh Manfaat Penelitian Setelah memahami dan mengetahui berbagai hal mengenai manfaat penelitian, mulai dari pengertian manfaat penelitian, bagaimana tujuan dan juga fungsi dari manfaat penelitian, bagaimana karakteristik manfaat penelitian, dan apa saja jenis manfaat penelitian, selanjutnya Anda harus memperhatikan beberapa contoh manfaat penelitian di bawah ini. 1. Contoh 1 Contoh pertama ini diambil dari penelitian berjudul “Analisis Metafora Gramatikal dalam Skripsi Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia” dari Universitas Negeri Malang yang terbit tahun 2017. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. 1. Manfaat Teoretis Manfaat teoretisnya adalah untuk mengembangkan dan menambah wawasan tentang bahasa khusunya mengenai metafora gramatika bagi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia serta pembaca pada umumnya. 2. Manfaat Praktis a. Penelitian diharapkan mampu memberikan motivasi dan konstruksi bagi para mahasiswa pada umumnya dan khususnya bagi para mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia agar dalam proses penyusunan karya ilmiah, utamanya pada pembuatan skripsi dapat banyak memanfaatkan metafora gramatikal guna pemadatan informasi agar informasi-informasi yang ingin disampaikan dalam skripsi tersebut dapat tersampaikan dengan baik. b. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi atau acuan bagi peneliti selanjutnya dalam penelitiannya mengenai metafora gramatika. 2. Contoh 2 Contoh kedua diambil dari skripsi karya Ahmad Addib Qonumi dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim dengan judul “Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Kemandirian dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS 1 di MAN 1 Bojonegoro”. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis Melalui penelitian ini, peneliti dapat mengaplikasikan teori yang telah diperoleh dan diharapkan dapat memberikan informasi tentang adanya pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap kemandirian dan prestasi belajar siswa. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap kemandirian dan prestasi belajar siswa, sehingga orang tua bisa menyesuaikan kembali dalam membimbing, mengarahkan, menyediakan sarana belajar, dan menciptakan lingkungan belajar yang baik untuk anak agar dapat mencapai prestasi belajar yang sempurna. 3. Contoh 3 Contoh ketiga diambil dari skripsi karya Cynthia Paramitha Trisnanda dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan judul “Interferensi Dalam Teks Hasil Produksi Cerpen Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XII SMA Negeri 1 Karanganyar”. D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan memberi sumbangan untuk membantu menjelaskan aspek bahasa yang tidak dapat dikaji melalui deskripsi sintaksis, fonologi, morfologi, dan semantik. Selain itu, hasil penelitian ini dapat memperkaya khazanah ilmu bahasa khususnya bidang sosiolinguistik dan penerapannya terhadap proses pembelajaran siswa kelas XII SMA. 1. Manfaat Teoretis Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan Linguistik terutama kajian Sosiolinguistik perihal interferensi. Interferensi yang dikaji adalah interferensi bahasa Indonesia. Penelitian ini mengambil lingkungan pendidikan sebagai objek kajian khususnya siswa kelas XII SMA dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teori untuk memperluas pengetahuan siswa tentang interferensi. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan sumbangan pengetahuan pada siswa kelas XII yang sedang mengalami proses pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini juga diharapkan bermanfaat untuk orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Mereka diharapkan dapat lebih memahami secara mendalam pengetahuan tentang kebahasaan terutama interferensi dan pada akhirnya dapat menerapkan bahasa tersebut dengan baik dan benar, sesuai dengan situasi, tempat dan dengan siapa penutur berkomunikasi Dalam membuat atau menciptakan sebuah karya tulis ilmiah, tentu harus penulisannya harus memuat berbagai unsur pada karya tulis ilmiah secara lengkap. Mulai dari judul, pendahuluan, pembahasan, hingga penutup. Di dalam unsur tersebut kembali dirinci berbagai unsur atau sub-bab lainnya yang juga wajib ada dan tercantum di dalam karya tulis ilmiah. Di dalam pendahuluan, memuat unsur latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, dan juga manfaat penelitian. Artikel kali ini Anda akan mempelajari mengenai manfaat penelitian yang wajib dimuat di bagian pendahuluan. Manfaat penelitian ini biasanya memberi jawaban atau memecahkan masalah yang terjadi selama penelitian. Lalu apa pengertian manfaat penelitian, bagaimana fungsi dari manfaat penelitian, bagaimana karakteristik manfaat penelitian, apa saja jenis manfaat penelitian, dan bagaimana contoh manfaat penelitian dari berbagai karya tulis ilmiah yang pernah ada. Di bawah ini akan dijelaskan secara mendetail mengenai manfaat penelitian. Artikel Terkait Skala Pengurukan dalam Penelitian Pengertian, Jenis, dan Contoh Objek Penelitian Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Lengkap 90+ Contoh Rumusan Masalah untuk Penelitian, Skripsi, dan Karya Ilmiah Instrumen Penelitian Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap Hipotesis Penelitian Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap Angket Penelitian Pengertian, Prinsip, Jenis, Langkah, dan Contohnya Responden Penelitian Karakteristik dan Syarat-Syaratnya

mengapa penulisan karya ilmiah harus relevan dengan disiplin ilmu peneliti